Hindari 3 Calon Konsumen Ini!

Conchindonesia.com - Mendapatkan calon pelanggan apalagi untuk pertama kali adalah dambaan semua pelaku bisnis termasuk kita yang bergerak di bisnis aplikator, fabrikator, kontraktor kusen UPVC. Tanpa ada pelanggan, tidak mungkin sebuah usaha dapat maju dan berkembang. Meski pelanggan adalah raja, menurut kami setidaknya ada 3 tipe calon pelanggan di bawah ini yang harus anda kesampingkan. Bukan berarti tidak perlu dilayani melainkan kalau ada yang lebih penting yang di bawah ini dinomor duakan, dinomor tigakan, dinomor empatkan saja. 


Pelanggan atau pembeli UPVC
Akan tiba waktunya anda menjumpai atau menemukan banyak sekali tipe pelanggan atau pembeli ketika terjun ke bisnis UPVC. Ada yang serius namun banyak juga yang tidak serius, ada yang akan membuat anda tersenyum, cemberut bahkan heran menggeleng-gelengkan kepala sendiri. Asal jangan sampai yang membuat anda tekor alias rugi!

Hindari 3 Calon Konsumen Ini!


Pencari Surat Dukungan


Sama seperti terjun di aplikator kusen aluminium. Akan ada waktunya anda ketemu calon-calon pelanggan atau konsumen seperti ini. Mereka bukan memesan pintu jendela atau kusen UPVC dari anda. Mereka hanya meminta surat-surat dukungan perusahaan anda seperti company profile, katalog harga, katalog produk, surat izin usaha, surat pajak, kartu nama, surat izin impor, npwp, dsb...dsb...untung tidak surat kawin atau cerai. Untuk apa?


Konon kata mereka buat keperluan untuk ikut lelang, tender, kerja proyek pemerintah, dsb...bla...bla...bla yang mereka karang sendiri. Apakah tidak ada kondisi tender lelang seperti itu? Sebenarnya ada. Hanya saja biasanya orang-orang yang meminta dukungan surat-surat ini untuk memuluskan bisnis mereka sendiri. Mereka sudah ada channel tetapi tidak ada semacam surat sah usaha. Jadi mereka memakai surat atas nama perusahaan anda tetapi nanti ketika lolos, proyek ini tidak akan jatuh untuk anda. Mereka kerjakan sendiri! Jadi percuma saja. Bahkan beberapa lainnya bisa menyalahgunakan surat-surat tersebut. Waspada ya Kawan!


Tender-Tenderan


Kalau yang pertama hanya butuh surat tetapi bukan kerjaan, yang kedua ini adalah benar-benar kerjaan. Tetapi masih "tender-tenderan". Mereka akan mengirimkan file gambar yang berat dan berlembar-lembar suruh anda hitung. Kalau gambarnya jelas dan bagus masih mending. Ada yang kadang gambarnya tidak jelas malah speknya aluminium dipaksakan untuk dihitung ke UPVC. Padahal jelas-jelas kerjaan tersebut memakai kusen alumium. Mereka hanya membandingkan harga antara UPVC dan aluminium saja. 


Tender adalah hal yang biasa apalagi jika menyangkut proyek konstruksi besar dan kompleks terutama dari anggaran pemerintah. Bukan cuma proyek pemerintah, proyek swasta juga banyak yang memakai tender. Tujuannya supaya mendapatkan perusahaan terbaik dengan pelayanan dan harga terbaik (baca: murah). Celakanya, biasanya yang suruh kita hitung tender-tender ini hanya memanfaatkan kita untuk mendapatkan harga. Buat mereka banding-bandingkan sendiri terkadang memasukkan harga yang mahal tetapi memakai penawaran harga terendah. Beberapa dari mereka sudah ada partner kerja tetapi memanfaatkan penawaran harga dari anda agar terlihat benar-benar proyek itu tender sesuai aturan mainnya.


Boleh diambil dan dihitung? Tentu saja boleh karena semua kerjaan pasti harus dihitung. Masalahnya adalah waktu yang kadang mereka ultimatumkan ke kita luar biasa singkat. Buang-buang waktu saja! Pengalaman kami, dari 200 yang model tender-tender seperti ini baik pemasangan jadi UPVC + kaca atau UPVC tanpa kaca, hanya 1 yang benar-benar deal dan jadi. Sisanya buang ke laut! Anda pikirkan sendiri harus dilayani atau tidak ya. Jika lagi banyak kerjaan dicuekin saja, tetapi jika sepi hitungan yang bolehlah diterima satu dua sambil memahami barusan yang kami katakan.


Butuh Cepat!


Masih ada hubungannya dengan yang di atas "tender-tenderan". Tipe calon pembeli yang ini akan mendesak atau memaksa anda untuk cepat menyelesaikan hitungan gambar mereka. Desainer atau arsitek yang bikin gambar saja bisa berbulan-bulan. Ini suruh kita hitung bahkan dalam waktu 3 hari. Malah ada yang satu hari. Sore kirim, besok pagi sudah harus kelar. Gila apa? Alasan mereka juga dibuat-buat: mau serahkan ke atasan, besok meeting sama owner, bos besok berangkat ke luar negeri, besok penutupan tender, bla...bla...bla...


Pertanyaannya adalah waktu sekian lama ke mana saja? Mereka jelas tahu alamat email atau nomor telepon kita. Mengapa tidak kirim gambar satu bulan lalu atau minimal 2 minggu lalu? Jadi yang butuh cepat model begini biasanya adalah kerja bakti. Anda mau layani boleh, tidak juga boleh! Kami hanya membagikan pengalaman agar anda yang baru terjun ke bidang ini punya gambaran. Nanti lama-lama anda pun akan paham atau bahkan mungkin punya pengalaman lebih luas daripada kami.


Fokus Owner Bangunan


Saran kami lebih baik fokus ke pemilik bangunan. Inilah calon pelanggan yang paling potensial dan bukan sekadar bualan hitungan omong kosong. Orang yang rumahnya saat ini memakai kusen kayu atau kusen aluminium jika mau diganti dan memiliki budget lebih pasti akan memilih UPVC. Percayalah!


Jika bangunan itu direnovasi atau dibangun baru pastikan adalah kontraktor, subkontraktor, arsitek atau pemborong yang benar-benar berhubungan langsung dengan owner. Ini lebih baik dan biasanya selalu jadi bertransaksi dengan kita. Jika tidak jadi bertransaksi dengan kita umpama harga kita dianggap terlalu mahal atau pelayanan buruk, minimal mereka pasti jadi bertransaksi dengan aplikator, fabrikator atau kontraktor UPVC lainnya. Jadi bukan cuma bualan hitungan kosong! Betapa pentingnya melayani pelanggan dengan baik dan benar. 


Bagaimana menurut anda?