Persiapan Terjun ke Bisnis UPVC

Conchindonesia.com - Setelah anda mengerti dengan jelas prospek masa depan bisnis kusen UPVC dan anda merasa salah satu orang atau tim yang siap untuk tantangan tesebut, pasti anda akan bertanya: what next? Apa yang mesti saya lakukan atau apa yang mesti saya persiapkan atau sediakan? Baiklah, kami akan membantu anda dengan beberapa panduan atau ide di bawah ini. Selebihnya anda kreasikan saja sesuai pengalaman anda dalam bekerja atau berbisnis. Pastikan anda mencernanya dengan baik, baca sampai tuntas agar tidak gagal paham!


Persiapan sebelum terjun bisnis kusen UPVC
Bisa dipertimbangkan beberapa saran di bawah ini bagi yang ingin memulai bisnis kusen UPVC.


Siapkan Lokasi!


Ya, anda harus punya lokasi usaha. Maksudnya bagaimana? Sama seperti bisnis-bisnis pada umumnya, kita harus punya tempat untuk berjualan. Kalau di bisnis kusen aluminium namanya workshop yang biasanya merangkap kantor. Bisa besar dan sangat luas, setengah besar atau ukuran secukupnya. Tergantung modal yang anda punya dalam menyewa atau membeli tempat usaha tersebut. Tanpa lokasi usaha tidak mungkin anda berbisnis UPVC. Catat ini dengan baik!


Kalau sudah punya bengkel atau lokasi usaha sebelumnya yang tidak terpakai tentu amatlah bagus. Tinggal dilanjutkan dengan pemasaran produk UPVC. Namun, kalau belum ada lokasi usaha, anda harus menyewanya. Pilih daerah yang ramai dan berada di jalan raya dua arah. Tujuannya agar bisa menghemat biaya promosi sebab dengan berlalu lalang kendaraan dan manusia, secara tidak langsung bisnis UPVC anda akan terlihat orang. Lebih mudah ditemukan dan didatangi calon pembeli. Kurang lebih seperti itu. Namun kalau umpama harga sewa ruko/rukan terlalu mahal di daerah teresbut, bisa pindah agak ke dalam atau pinggiran sedikit. Tidak jadi soal karena yang menentukan adalah kreativitas kita dalam mencari pelanggan.


Seberapa besar lokasi usaha UPVC yang harus saya miliki? Tidak ada patokan! Kalau mau besar tidak akan pernah puas. Yang pasti harus cukup besar untuk memuat mesin dan kegiatan produksi. Kira-kira berapa ya? Ya kalau dibilang ukuran standar ruko 4 x 12 sudah mencukupi. Tinggal anda susun dengan rapi dan baik, mesin harus ditaruh di mana, profil batangan diletakkan di mana, hasil rakitan di mana, dsb. Praktek nanti yang akan memberikan anda masukan bagaimana harus melakukan semuanya itu. Learning by doing saja Kawan!


Karyawan Berkualitas


Setelah punya tempat untuk kegiatan usaha, berikutnya yang tak kalah penting adalah karyawan. Sumber daya manusianya! Karyawan di sini bukan cuma tukang ya tetapi bisa juga admin, keuangan, pengawas (mandor) serta wiraniaga alias tenaga pemasaran (marketing/sales). Yang terakhir ini cukup krusial karena tanpa ada orderan sales tidak akan ada proyek untuk dikerjakan.


Anda harus memiliki atau merekrut karyawan yang serius dalam bekerja. Harus yang bertanggung jawab! Untuk tukang, kalau bisa cari yang sudah berpengalaman dalam merakit kusen aluminium karena pada dasarnya sama. Hanya beda di mesin dan bahannya saja. Namun kalau umpama calon karyawan yang berpengalaman tersebut meminta gaji atau bayaran yang terlalu besar sementara anda baru memulainya dan tidak sanggup, usaha negosiasi tidak berhasil, merekrut karyawan baru dari nol pun tidak masalah. Pengoperasian mesin nanti akan ada tim dari kita yang mengajari semuanya. Membeli mesin sudah termasuk membeli pelatihan dalam jangka waktu tertentu di mana diajarkan sampai bisa. Yang anda tanggung mungkin hanya biaya akomodasi teknisi yang akan melatih karyawan anda tersebut.


Selain tenaga sales yang biasanya bertugas mencari order, untuk admin dan keuangan mungkin bisa sendiri atau dari orang-orang terdekat yang lebih bisa dipercaya. Namun kalau sudah berjalan dan mulai besar usaha UPVC anda, tak ada salahnya merekrut tenaga kerja profesional di bidangnya. 


Jadi bos jangan terlalu pelit dan cerewet. Nanti tidak ada orang yang betah bekerja lama-lama untuk anda. Hal-hal kecil yang tidak terlalu penting yang tidak berhubungan dengan esensi bisnis atau jiwa perusahaan anda, jangan terlalu dipermasalahkan. Contoh seperti cara makan karyawan apa suka sambal atau tidak, kebiasaan karyawan dalam bercerita dan bercanda di jam istirahat, jenis musik yang didengar karyawan, selera berbusana, dsb. Jika terlalu cerewet maka anda hanya bisa gigit jari bengong bersama mesin-mesin yang teronggok tidak berfungsi. Kita sendirian tidak akan mampu memotong, merakit dan mengelas batangan profil UPVC apalagi memanjat memasang kaca-kacanya di ketinggian tembok bangunan. Yang wajar-wajar saja. 


Meski demikian sebagai bos kita juga harus tegas dan tidak boleh dipermainkan karyawan seperti hari ini masuk, besok libur, mencuri waktu dalam bekerja, izin sholat terus tetapi kerjaan tidak pernah beres apalagi sampai menilap uang perusahaan. Yang model begini jangan diterima dan langsung pecat saja! Jangan sampai menulari sifat buruk tersebut ke karyawan-karyawan lain yang serius bekerja mencari nafkah buat keluarganya.


Sediakan Modal Kerja


Modal kerja di sini adalah dalam bentuk dana atau uang. Buat apa? Pertama: buat membeli paket mesin yang kami sediakan. Kedua adalah untuk membeli bahan-bahan pembuatan jendela pintu UPVC itu sendiri mulai dari batangan profil, besi re-inforce, kaca, aksesoris, biaya sewa kendaraan, dsb...dsb. Berapa modal yang dibutuhkan? Sesuai dengan paket mesin yang anda ingin miliki. Kami sudah menjelaskannya dengan cukup detil. Ada paket 1, 2, 3 hingga 4. Setelah itu sesuaikan dengan stok profil batangan UPVC yang anda inginkan.


Miliki juga sejumlah dana nganggur untuk biaya-biaya yang tidak pernah kita perkirakan. Karena dalam berbisnis terkadang ada hal-hal, kejadian-kejadian atau keperluan-keperluan yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Semuanya itu membutuhkan biaya! Jadi persiapkan juga meski tidak seberapa.


Mentalitas Juara


Terakhir, menurut kami yang perlu dipersiapkan adalah mentalitas sebagai seorang pebisnis tulen. Bukan pebisnis karbitan yang awalnya menggebu-gebu tetapi ujungnya tidak ada lagi beritanya. Kata pepatah Cina, "jangan potong ayam untuk makan sekali." Berbisnislah dengan serius dan jangan mempermainkan dan mengelabui konsumen atau partner bisnis anda. Ayam dipotong untuk dimakan berkali-kali, jika tidak demikian nanti sore sudah tidak bisa makan ayam lagi. 


Berikan pelayanan terbaik untuk konsumen. Jika pelayanan tidak memuaskan atau tidak bagus maka akan ditinggalkan orang. Jangan pernah takut harga jual kemahalan selama kita berbisnis sesuai dengan tanggung jawab kita. Tidak semua konsumen itu membutuhkan barang murah! Yang mereka butuhkan adalah perusahaan yang bekerja serius dan bertanggung jawab. Masih ingat kata almarhum Bob Sadino, "Mengapa orang mau ke Kem Chicks dan berani membeli seikat kangkung seharga Rp 7.000 sementara di pasar tradisional dijual hanya Rp 500?" Karena Kem Chick memberikan kualitas meski barang yang dijual pada dasarnya sama saja. Begitulah kira-kira penjelasan Pak Bob di salah satu tayangan wawancara televisi. You get the point!


Jangan pernah merasa minder atau berkecil hati meski mesin yang ada miliki pada awalnya hanya paket pemula. Kemampuan mencari omset dan pelayanan yang akan membesarkan usaha anda tersebut. Jangan mudah menyerah, jujur, berkreativitas tinggi, miliki relasi yang baik dengan konsumen, karyawan serta supplier, semuanya akan memberikan dampak besar pada kemajuan perusahaan tersebut.


Oke, kami rasa cukup itu dulu beberapa poin dasar yang harus anda pikirkan, gumuli dan miliki untuk terjun ke bisnis UPVC. Yang lainnya bisa anda tambahkan sendiri sesuai jam terbang anda masing-masing. Jika sudah memiliki semuanya itu atau sudah dipersiapkan, segera kontak kami sebelum didahului orang lain. Selamat bergabung bersama kami di jaringan aplikator dan pemasaran UPVC Conch di seluruh Indonesia! Sebuah industri yang akan bertumbuh pesat di masa depan!